Review kelompok 2 Game 11 Bunsay

My Gender is My Activities

 

Dalam materi yang dipaparkan kelompok dua ini mengenai 10 aktifitas yang dapat dilakukan bersama anak-anak dalam menumbuhkan fitrah seksualitasnya cukup menarik. Berikut ini daftar kegiatannya :

aktifitas-gender.jpeg

Jika list ini kita baca cepat, maka redaksional yang sangat menggelitik mata adalah tentang bertukar peran dengan role androgyny. Cukup menggelitik karena bahasan tentang role androgyny ini jarang saya dengar. Dalam pemaparan kelompok dua tentang seberapa penting aktifitas ini mereka memaparkan bahwa “pentingnya peran role androgyny adalah mengenalkan kegiatan yg dituntut ketika anak dalam kondisi terburuk. Misal, ketika remaja laki2 ditinggal ibunya dinas ke luar kota, mau ga mau harus memasak utk bertahan hidup. Begitu juga sebaliknya, ketika tidak ada lelaki dewasa atau kuat, anak perempuan terpaksa mengangkat galon ke dispenser.”

Saya cukup sepakat tentang hal ini karena memang sudah dibahas oleh banyak praktisi ataupun narasumber parenting skill bahwa sebaiknya life skill dan basic chores (households) harus diajarkan kepada anak-anak baik itu anak laki-laki ataupun anak perempuan.

Aktifitas lain yang sebenarnya bisa ditambahkan dalam list ini adalah memelihara binatang peliharaan seperti kucing, kelinci, burung, dan lain-lain. Dibeberapa referensi menyebutkan bahwa memelihara binatang sebagai latihan terutama untuk anak perempuan dalam menumbuhkan fitrah seksualitasnya karena berhubungan dengan melayani, merawat dan menjaga makhluk hidup yang sejatinya nanti jadi modal saat anak perempuan kita menjadi seorang istri dan seorang ibu.

Review Kelompok 1 Game 11 Bunsay

Kids, Know Your Gender Well

Dari pemaparan kelompok 1 mengenai judul tema diatas, kelompok 1 membuat pengelompokan atau tahapan pengenalan Gender kepada anak-anak.

Diawali dengan menjelaskan sebenernya gender itu apa, bagaimana cara mengenalkannya dan solusi dari ide ini.

Dari materi yang disampaikan terlihat jelas bahwa waktu yang tepat dalam mengenalkan gender terbagi menjadi 3 waktu :

a. 0-15 bulan disebut sebagai fase oral, kepuasan seksual manusia berada pada aktifitas mulut seperti saat bayi menyusu pada ibunya, disini juga disebut sebagai waktu yang tepat untuk ibu memberikan rangsangan/ stimulasi sentuhan saat mendekap dan memberikan asi

b. 15-3 tahun disebut sebagai fase anal kepuasan fase ini adalah berada pada aktifitas anus. Sehingga mengenalkan alat kelamin dan fungsinya baiknya adalah di fase ini. Fase ini juga waktu yang tepat untuk mengajarkan anak toilet training.

c. 3-5 tahun adalah fase phalic. Pada fase ini manusia mencoba mengenali identitas kelaminnya. Sehingga pada fase ini penting untuk menjelaskan tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Serta memberikan contoh perbuatan sesuai gender.

d. 6-12 tahun disebut sebagai fase Latent. aktifitas seksual di fase cenderung tidak tampak, karena individu lebih disibukkan dengan pencarian prestasi

f. >12 tahun disebut dengan fase Genital. Fase ini disebut sebagai fase terakhir dari keseluruhan fase yang ada, dan fase ini akan memumculkan kembali aktifitas seksual manusia.

Adapun cara-cara pengenalan gender bisa dengan beberapa cara seperti saat bermain menggunkakan boneka, degan bercerita, melihat video atau menjelaskan secara langsung.

Menurut saya pembahasa tentang pegenalan genderĀ  ini cukup menarik dan seharusnya dipelajari oleh semua calon orang tua. Pelajaran mengenai menumbuhkan atau menjaga fitrah seksual ini sangat perlu mengingat fitrah ini sebenarnya sudah diberikan oleh sang maha pencipta saat bayi lahir. Kesalahan -kesalahan dalam menjaga fitrah seksual inilah yang kahirnya membuat dunia ini menghadapi munculnya kelompok LGBTIQ.