Review kelompok 3 Game 11 Bunsay

Pentingnya Mengenalkan Bagian Tubuh Pada Anak

Didalam materi kelompok tiga ini ada Quote yang sangat kuat menurut saya, seperti ini bunyi Quote nya :

“Orangtua merupakan faktor utama dalam pembentukan identitas gender seseorang” (Wood,2011)

kalimat ini cukup membuat orang yang membaca, menjadi paham bahwa identitas gender itu ditentukan dari kehadiran orangtua dan kedekatan orangtua keanak-anaknya. Nah masalahnya hadir saja tidak cukup, orang tua harus belajar agar anak dekat degan kita dan tiak trauma. Banyak kasus LGBT itu karena trauna dengan orang tuanya.

Advertisements

Review kelompok 2 Game 11 Bunsay

My Gender is My Activities

 

Dalam materi yang dipaparkan kelompok dua ini mengenai 10 aktifitas yang dapat dilakukan bersama anak-anak dalam menumbuhkan fitrah seksualitasnya cukup menarik. Berikut ini daftar kegiatannya :

aktifitas-gender.jpeg

Jika list ini kita baca cepat, maka redaksional yang sangat menggelitik mata adalah tentang bertukar peran dengan role androgyny. Cukup menggelitik karena bahasan tentang role androgyny ini jarang saya dengar. Dalam pemaparan kelompok dua tentang seberapa penting aktifitas ini mereka memaparkan bahwa “pentingnya peran role androgyny adalah mengenalkan kegiatan yg dituntut ketika anak dalam kondisi terburuk. Misal, ketika remaja laki2 ditinggal ibunya dinas ke luar kota, mau ga mau harus memasak utk bertahan hidup. Begitu juga sebaliknya, ketika tidak ada lelaki dewasa atau kuat, anak perempuan terpaksa mengangkat galon ke dispenser.”

Saya cukup sepakat tentang hal ini karena memang sudah dibahas oleh banyak praktisi ataupun narasumber parenting skill bahwa sebaiknya life skill dan basic chores (households) harus diajarkan kepada anak-anak baik itu anak laki-laki ataupun anak perempuan.

Aktifitas lain yang sebenarnya bisa ditambahkan dalam list ini adalah memelihara binatang peliharaan seperti kucing, kelinci, burung, dan lain-lain. Dibeberapa referensi menyebutkan bahwa memelihara binatang sebagai latihan terutama untuk anak perempuan dalam menumbuhkan fitrah seksualitasnya karena berhubungan dengan melayani, merawat dan menjaga makhluk hidup yang sejatinya nanti jadi modal saat anak perempuan kita menjadi seorang istri dan seorang ibu.

Review Kelompok 1 Game 11 Bunsay

Kids, Know Your Gender Well

Dari pemaparan kelompok 1 mengenai judul tema diatas, kelompok 1 membuat pengelompokan atau tahapan pengenalan Gender kepada anak-anak.

Diawali dengan menjelaskan sebenernya gender itu apa, bagaimana cara mengenalkannya dan solusi dari ide ini.

Dari materi yang disampaikan terlihat jelas bahwa waktu yang tepat dalam mengenalkan gender terbagi menjadi 3 waktu :

a. 0-15 bulan disebut sebagai fase oral, kepuasan seksual manusia berada pada aktifitas mulut seperti saat bayi menyusu pada ibunya, disini juga disebut sebagai waktu yang tepat untuk ibu memberikan rangsangan/ stimulasi sentuhan saat mendekap dan memberikan asi

b. 15-3 tahun disebut sebagai fase anal kepuasan fase ini adalah berada pada aktifitas anus. Sehingga mengenalkan alat kelamin dan fungsinya baiknya adalah di fase ini. Fase ini juga waktu yang tepat untuk mengajarkan anak toilet training.

c. 3-5 tahun adalah fase phalic. Pada fase ini manusia mencoba mengenali identitas kelaminnya. Sehingga pada fase ini penting untuk menjelaskan tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Serta memberikan contoh perbuatan sesuai gender.

d. 6-12 tahun disebut sebagai fase Latent. aktifitas seksual di fase cenderung tidak tampak, karena individu lebih disibukkan dengan pencarian prestasi

f. >12 tahun disebut dengan fase Genital. Fase ini disebut sebagai fase terakhir dari keseluruhan fase yang ada, dan fase ini akan memumculkan kembali aktifitas seksual manusia.

Adapun cara-cara pengenalan gender bisa dengan beberapa cara seperti saat bermain menggunkakan boneka, degan bercerita, melihat video atau menjelaskan secara langsung.

Menurut saya pembahasa tentang pegenalan gender  ini cukup menarik dan seharusnya dipelajari oleh semua calon orang tua. Pelajaran mengenai menumbuhkan atau menjaga fitrah seksual ini sangat perlu mengingat fitrah ini sebenarnya sudah diberikan oleh sang maha pencipta saat bayi lahir. Kesalahan -kesalahan dalam menjaga fitrah seksual inilah yang kahirnya membuat dunia ini menghadapi munculnya kelompok LGBTIQ.

 

Day 10 Bunsay Level 10

Cerita tentang Usaha Maximal yang Dilakukan Om Dewa

Malam ini saya bercerita tentang pembicaraan saya dengan kakeknya anak-anak. kebetulan sering kali saat saya bertemu dengan ayah saya, ayah saya menanyakan tentang perkembangan Rinov. Kebetulan Kakak Rinov ini tinggi badannya masih belum maksimal. Masih termasuk anak yang pendek diantara teman-temannya di sekolah.

Pagi itu ayah saya bercerita bagaimana usaha adik saya yang bungsu bernama Dewa saat dia merasa kurang tinggi dibanding teman-temannya, Dewa berusaha keras melakukan apapun supaya hari demi hari tinggi badannya beranjak naik. Dewa latihan loncat ( skipping), menekuni beberapa cabang olah raga termasuk basket bahkan  nge-Gym saat dia masih di usia sekolah sampai SMU.

Kemudian saya juga memberikan kakak referensi ilmu dari salah satu dokter yang sangat saya kagumi yaitu dokter Meta, bahsa walah satu penghambat kurang berkembangnya pertumbuhan tinggi anak- anak adalah karena tidur anak kurang nyenyak. Ternyata tubuh itu akan berkembang sangat baik pada saat pukul 11 malam, saat anak-anak dalam kondisi deep sleep. Dokter Meta menganjurkan agar anak mulai tidur malam di jam 9 malam agar saat masuk di jam 11 malam anak sudah di kondisi nyenyak (deep sleep). Hal ini saya sampaikan ke kakak dan mencoba mengambil komitmen apakah dia mau berusaha sendiri agar pertumbuhan badannya bisa maximal mumpung usianya masih 13 tahun.

Hari ini dia cuma tersenyum, semoga data dan cerita yang saya sampaikan kepadanya bisa dia aplikasikan dengan baik

Alhamdulillah

Day 9 Bunsay Level 10

Di dongengin kakak

Hari ini niat saya adalah bercerita lagi tentang berfikir menang-menang seperti di buku 7 kebiasaan anak bahagia. Tetapi baru sebentar saya bercerita kakak menyela dengan mengatakan, “aku sudah paham cerita itu dan aku pengen baca buku yang lain” Akhirnya saya mewawancarai dia tentang buku yang sedang dia baca.

Kebetulan kakak sedang membaca buku Diary of Wimpy Kid, dia menceritakan betapa greg itu suka sekali di kerjain kakaknya dan suka juga mengerjai sahabatnya. Setelah kakak banyak bercerita tentang Greg dan kakaknya yang usil itu, saya bertanya hal baik apa yang bisa kakak ambil dari buku itu, kakak sampaikan bahwa buku ini menarik karena gaya berceritanya mengalir dan banyak hal yang dibahas dalam ceritanya. Meskipun karakter Greg bersaudara ini tidak selalu baik dalam ceritanya, tetapi banyak hal kreatif yang mereka lakukan demi mewujudkan apa yang sedang mereka inginkan saat itu. Kakak ternyata juga menceramati, bagaimana hubungan persaudaraan dari greg bersaudara.

Hari itu juga kakak request jika saya punya budget buku lagi, dia berharap saya akan membelikan seri middle school buku yang menurut kakak mirip dengan diary of Wimpy kid dan ceritanya juga lucu dan menyenangkan.

Alhamdulillah kakak bisa mengambil hal-hal baik dari sebuah buku yang tidak semua isinya mengajarkan hal yang baik, Buku ini dianggap hiburan oleh kakak untuk mengisi waktu luang sebelum tidur dan karena lucu dan menyenangkan isinya membuat kakak bisa melepas penat karena jam sekolah yang cukup padat di kelas 9 ini.

Alhamdulillah

Day 8 Bunsay Level 10

Mimpi Basah

Sudah hampir 14 tahun usia kakak, tapi tanda -tanda mimpi basah belum juga muncul. Saya jadi khawatir apa mugkin kakak saat mimpi basah tidak merasa sehingga dia merasa belum juga mimpi. Tetapi melihat suaranya yang masih seperti anak-anak belum keluar jakun juga membuat saya yakin bahwa kakak belum mimpi basah.

Proses dan cerita serta gambaran tentang apa itu mimpi basah sudah kakak dapatkan sejak dia di kelas 4 SD, saat ini kakak sudah di kelas 9. Sudah hampir 5 tahun kakak mendengar pejelasan baik itu dari sekolah, dari Abinya ataupun saya tentang bagaimana dan tanggung jawab apa jika anak laki-laki sudah mimpi basah.

Setiap kali kakak akan ulang tahun saya selalu mengingatkan lagi, bercerita lagi, bertanya lagi kepadanya apakah dia masih ingat tentang bagaimana sih mimpi basah, apa yang akan dia impikan, apa yang harus dia lakukan ketikan nanti dia benar-benar mimpi basah. Malam ini kami merefresh kembali dengan singkat semua ini dengan santai sambil kakak bersiap tidur di kamarnya. Bahkan dia bercerita juga karena dia ingat saat gurunya bercerita sebenarnya mimpi apa sih saat mimpi basah itu dia bilang kata ustadz Jantra impinyaitu mimpi seorang perempuan yang jika kakak ingat kemungkinan perempuan itu adalah jodohnya kelak ( hahahaha.. saya juga baru dengar ini). Akhirnya saya jawab, mungkin saja memang benar yang dikatakan ustadz Jantra.

Oiyah.. sebenarnya saya dan suami sudah bagi tugas tentang menjelaskan mimpi basah ini kepada kakak, jadi sebagian besar penjelasan ini di handle abinya, saya hanya sebagai pelengkap saja karena pada dasarnya hubungan saya dan kakak cukup dekat, dan dia kami sudah biasa membahas ini.

Alhamdulillah

Day 7 Bunsay Level 10

Berkolaborasi

Malam ini bunda sengaja membahas tentang berkolaborasi, bunda mengambil contoh dari salah satu cerita di buku 7 kebiasaan anak bahagia. Cerita yang bunda ambil sebenarnya tentang “membayangkan hasil akhir.” Ceritanya adalah saat Goob memimpikan membeli sesuatu dan menulis list apa saja yang dia inginkan sehingga dia akhirnya memutuskan menjual limun untuk mendapatkan uang dari hasil menjual. Sebelum Goob memutuskan menjual limun, Goob bertemu jumper dan Jumper yang ingin juga membantu menjual limun bersama Goob. Singkat cerita Goob dan Jumper mendapatkan uang hasil jualan dan Goob membelanjakan uangnya sesuai dengan list yang dia rencanakan sebelumnya sedangkan Jumper menghamburkan uangnya karena dia dari awal tidak merencanakan sesuatu.

Dari cerita ini saya meminta kakak untuk melihat sisi lain dari cerita ini yaitu kolaborasi. Saya mengingatkan kakak, bahwa usianya sudah hampir 14 tahun nanti di bulan November. Dan saya berharap dia mulai memikirkan beberapa cara agar bisa menghasilkan uangnya sendiri ukan dari hasil menabung dari sisa uang darurat yang  saya berikan setiap minggu. Saya katakan jika kakak memang tidak nyaman menjual sesuatu, ya jangan menjual tapi berkolaborasilah dengan teman yang memang mau menjual. Karena kolaborasi biasanya akan menghasilkan ide yang lebih baik daripada ide dari satu orang saja.

Saat saya selesai bercerita, saya bertanya dengan lembut kepada kakak, kapan kakak mau mencoba sesuatu yang sekiranya bisa  menghasilkan uang? dan jawabannya “belum tahu” hahah… tidak ada yang instan di dunia ini meskipun beberapa kali saya contohkan bagaimana cara menjual, sayapun juga sering berjualan entah itu buki, kerudung, persewaan freezer ternyata kakak belum tersentuh untuk ke arah situ. MungkinAllah meminta saya untuk sedikit lagi bersabar.

Alhamdulillah