Review Kelompok 1 Game 11 Bunsay

Kids, Know Your Gender Well

Dari pemaparan kelompok 1 mengenai judul tema diatas, kelompok 1 membuat pengelompokan atau tahapan pengenalan Gender kepada anak-anak.

Diawali dengan menjelaskan sebenernya gender itu apa, bagaimana cara mengenalkannya dan solusi dari ide ini.

Dari materi yang disampaikan terlihat jelas bahwa waktu yang tepat dalam mengenalkan gender terbagi menjadi 3 waktu :

a. 0-15 bulan disebut sebagai fase oral, kepuasan seksual manusia berada pada aktifitas mulut seperti saat bayi menyusu pada ibunya, disini juga disebut sebagai waktu yang tepat untuk ibu memberikan rangsangan/ stimulasi sentuhan saat mendekap dan memberikan asi

b. 15-3 tahun disebut sebagai fase anal kepuasan fase ini adalah berada pada aktifitas anus. Sehingga mengenalkan alat kelamin dan fungsinya baiknya adalah di fase ini. Fase ini juga waktu yang tepat untuk mengajarkan anak toilet training.

c. 3-5 tahun adalah fase phalic. Pada fase ini manusia mencoba mengenali identitas kelaminnya. Sehingga pada fase ini penting untuk menjelaskan tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Serta memberikan contoh perbuatan sesuai gender.

d. 6-12 tahun disebut sebagai fase Latent. aktifitas seksual di fase cenderung tidak tampak, karena individu lebih disibukkan dengan pencarian prestasi

f. >12 tahun disebut dengan fase Genital. Fase ini disebut sebagai fase terakhir dari keseluruhan fase yang ada, dan fase ini akan memumculkan kembali aktifitas seksual manusia.

Adapun cara-cara pengenalan gender bisa dengan beberapa cara seperti saat bermain menggunkakan boneka, degan bercerita, melihat video atau menjelaskan secara langsung.

Menurut saya pembahasa tentang pegenalan genderĀ  ini cukup menarik dan seharusnya dipelajari oleh semua calon orang tua. Pelajaran mengenai menumbuhkan atau menjaga fitrah seksual ini sangat perlu mengingat fitrah ini sebenarnya sudah diberikan oleh sang maha pencipta saat bayi lahir. Kesalahan -kesalahan dalam menjaga fitrah seksual inilah yang kahirnya membuat dunia ini menghadapi munculnya kelompok LGBTIQ.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s